Jurnal Rekayasa Proses, Vol.6, No.2, Tahun 2012


Tugas Review Jurnal :

Life Cycle Assessment  Pabrik Semen
PT Holcim Indonesia Tbk. Pabrik Cilacap: Komparasi antara Bahan Bakar Batubara dengan Biomassa

Taufan Ratri Harjanto1, Moh. Fahrurrozi 2, I Made Bendiyasa 3
1Magister Teknik Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Jurusan Teknik Kimia  Universitas Gadjah Mada
2Jurusan Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada

Abstract


PT. Holcim Indonesia Tbk. Cilacap having capacity of 2.6 million ton/year uses rice husk as alternative fuels. The utilization of the rice husk will effect the environment. The aim of the study is to evaluate the effects of biomass utilization to environment using life cycle assessment (LCA) method. 
The “cradle to gate approach was used to evaluate four scenarios of different fuel combinations: (1) 100% coal, (2) mixed fuel of 90% coal and 10% biomass, (3) mixed fuel of 50% coal and 50% biomass, (4) 100% biomass as primary fuels in the kiln for 1000 kg cement.


Keywords: PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant, Life Cycle Assessment, Comparative Coal with Biomass.



Abstrak


PT. Holcim Indonesia Tbk. Pabrik Cilacap dengan kapasitas produksi 2,6 juta ton/tahun telah menggunakan sekam padi sebagai energi alternatif biomassa. Penggantian batubara dengan biomassa akan menimbulkan emisi dan  dampak ke lingkungan.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengevaluasi  dampak  lingkungan  penggunaan batubara dan biomassa dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). 
Pendekatan cradle to gate digunakan untuk mengevaluasi 4 skenario penggunaan bahan bakar: (1) 100% batubara, (2) campuran 90% batubara dan 10% biomassa, (3) campuran 50% batubara dan 50% biomassa, (4) 100% biomassa, dengan   basis 1000 kg produk semen.



Kata kunci : PT Holcim Indonesia Tbk. Pabrik Cilacap, Life Cycle Assessment, Komparasi batubara dengan biomassa

Pendahuluan



Industri semen tahun 2010 adalah industri yang memerlukan energi panas  dan  listrik, sehingga sekitar 40% dari keseluruhan biaya operasional dihabiskan untuk pengadaan energi bahan bakar fosil, seperti  batubaradan minyak bumi, secara umum telah digunakan sebagai sumber energi dalam  industri  semen. Untuk  mendukung pembangunan yang berkelanjutan pemerintah Indonesia telah menyusun kebijakan energi. Berdasarkan penelitian untuk PT Holcim Indonesia Tbk. tentang penggantian bahan bakar batubara dengan bahan bakar lain khususnya biomassa, akan menimbulkan suatu permasalahan baru. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah dengan metode Life Cycle Assessment/LCA. Metode Life Cycle Assessment (LCA) digunakan untuk mengevaluasi dampak lingkungan penggunaan  bahan  bakar  batubara dan bahan bakar biomassa pada industri semen.
Industri Semen Holcim Indonesia 
PT Holcim Indonesia Tbk. merupakan pabrik semen pertama di Jawa Tengah. Semua perusahaan Holcim di seluruh dunia melakukan penghematan dan pemanfaatan energi secara efisien, menekan penggunaan bahan bakar fosil, serta solusi untuk mengurangi emisi CO2. Dengan komitmen yang kuat perusahaan ini telah   memperoleh   sejumlah   penghargaan   di dalam  negeri  untuk  berbagai  bidang kategori.
Life Cycle Assessment (LCA)
Life Cycle Assessment merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengetahui jumlah energi, biaya, dan dampak lingkungan yang  disebabkan oleh tahapan daur hidup   produk  dimulai  dari  saat pengambilan bahan baku sampai dengan produk itu selesai digunakan oleh konsumen.


Cara Penelitian


Penelitian dilakukan pada bulan Mei Agustus 2012 dan mengacu kepada langkah– langkah studi Life Cycle Assessment berdasarkan ISO 14040 tahun 2006, yang  dibagi  menjadi empat tahap yaitu: (1) tahap identifikasi awal, (2) tahap  pengumpulan data,  (3) tahap  pengolahan data (4) tahap interpretasi hasil  dan kesimpulan. Pengolahan data pada penelitian ini untuk  evaluasi dampak  lingkungan  digunakan software SimaPro versi 7.

Hasil dan Pembahasan Analisis Inventori

Inventori  dilakukan  berdasarkan  input  dan output material didalam sistem. Data Input terdiri dari: kebutuhan  bahan  baku,  energi/kelistrikan, air, dan alat transportasi yang digunakan. Data output berupa produk semen dan emisi yang dilepaskan terhadap lingkungan disetiap prosesnya.

Penilaian Dampak/Impact Assessment


Analisis impact assessment terbagi menjadi tiga analisis yaitu, analisis characterization impact assessment, damage impact   assessment   dan analisis single score impact assessment.kontribusi dampak terhadap  lingkungan  pada  produksi  semen dengan skenario 1, 2, 3, dan 4 didapatkan nilai kontribusi terbesar berpengaruh terhadap efek global  warming,  respiratory  inorganic,  dan resources.



Interpretasi

Interpretasi adalah langkah  terakhir  dalam tahapan LCA sebelum membuat keputusan dan rencana tindakan. Disamping   itu   pula   dipakai   metode   analisis yaitu :
  • Analisis Kontribusi, digunakan dengan tujuan untuk  mengetahui  proses
  • Analisis Perbaikan, Dari  hasil  analisis  penakaran  dampak  dan kontribusi diketahui bahwa permasalahan utama yang menjadi perhatian adalah     penggunaan batubara  oil  sebagai  bahan bakar  alat-alat  transportasi.



Kesimpulan




Berdasarkan hasil analisis kontribusi dampak terhadap lingkungan dengan menggunakan bahan bakar sesuai dengan skenario 1, 2, 3, dan 4 untuk menghasilkan 1000 kg semen didapatkan nilai kontribusi total berturut-turut 2,78 x10-1  Pt, 2,24 x10-1  Pt, 1,57 x10-1  Pt, dan 8,50 x10-2  Pt. Dari hasil analisis kontribusi tersebut penggunaan biomassa lebih ramah terhadap lingkungan.

0 komentar :

Posting Komentar